Articles by "artikel umum"

Tampilkan postingan dengan label artikel umum. Tampilkan semua postingan

Keutamaan Basmalah
Oleh: Erwing Nade

                Diantara barakah dari bacaan basmalah ini adalah dapat memperdaya setan dan bala tentaranya yang mempunyai misi untuk memperdaya umat manusia dari jalan kebaikan. Kita pun tidak boleh merasa kecil hati dan takut dari gangguan mereka, selama kita berada diatas jalan Allah subhanahu wata'ala. Allah subhanahu wata'ala telah memberikan berbagai cara dan jalan untuk membentengi diri dari gangguan setan, diantaranya dengan membaca basmalah.

      Basmalah ini pun juga merupakan sunnah yang dibawa oleh Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam. Ketika wahyu pertama kali turun kepada beliau shalallahu 'alaihi wasallam adalah ayat: (artinya) "Bacalah dengan (menyebut) nama Rabb-mu yang Menciptakan," (Al 'alaq: 1)

Ketika Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam mengirim beberapa risalah dakwah ke negeri-negeri kafir seperti negeri Romawi. Beliau mengawali risalahnya dengan basmalah. Hal ini juga dipraktekkan oleh Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq. Ketika beliau radhiallahu 'anhu menulis risalah tentang zakat yang ditujukan untuk penduduk negeri Bahrain, beliau memulainya dengan basmalah (Lihat HR. Al Bukhari no. 1454). Suatu pengajaran dan pembelajaran kepada umat manusia, bahwa barakah itu hanya milik Allah subhanahu wata'ala. Sehingga permohonan barakah itu hanya ditujukan kepada Allah subhanahu wata'ala semata. Karena selain Allah subhanahu wata'ala tidak bisa memberikan barakah.

Dari sahabat Umayyah bin Makhsyi radhiallahu 'anhu, ia menceritakan tentang seseorang yang sedang makan dan Nabi shalallahu 'alaihi wasallam sedang duduk disekitarnya. Namun orang tadi lupa belum membaca basmalah hingga tidak tersisa kecuali sesuap saja. Ketika ia hendak memasukkan makanan tersebut kedalam mulutnya ia baru membaca:
بِسْمِ اللهِ في أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ
"Dengan menyebut nama Allah di awal dan diakhirnya."
Melihat hal itu Nabi shalallahu 'alaihi wasallam tertawa, seraya berkata: "Setan itu senantiasa ikut makan bersamanya, hingga ketika ia membaca basmalah maka dimuntahkan apa yang ada dalam perut setan tersebut." (HR. Abu Dawud no. 3276) 

Ada beberapa hal kita dianjurkan membaca basmalah:

1-Ketika hendak tidur.

Dari shahabat Hudzaifah radhiallahu 'anhu berkata: "Kebiasaan (sunnah) Nabi shalallahu 'alaihi wasallam ketika hendak tidur, beliau membaca:
بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا  
"Dengan menyebut nama-Mu Ya Allah, aku mati dan aku hidup."
(HR. Al Bukhari no. 6334, dan Muslim no. 2711 dengan redaksi yang sedikit berbeda)
.
2-ketika keluar dari rumah.
Dari Anas bin Malik radhiallahu 'anhu berkata: "Sesungguhnya Nabi shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bila seseorang keluar dari rumahnya, lalu ia membaca:
         بسم الله توكلت على الله لا حول ولا قوة إلا بالله

3- Ketika masuk kamar mandi.

            Dari sahabat Ali bin Abi Thalib RA. Berkata: sesungguhnya rasulullah bersabda:

سَتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيُنِ الْجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ إِذَا دَخَلَ أَحَدُهُمْ الْخَلاَءَ أَنْ يَقُولَ بِسْمِ اللَّهِ
Penutup antara pandangan pandangan jin dengan aurat bani Adam ketika seseorang masuk wc adalah membaca basmalah.

4- ketiaka hendak makan.

Dari Aisya RA. Berkata: telah bersabda Rasulullah SAW:
إذا أكل أحدكم طعاما فاليقل بسم الله فإن نسى فى أوله فاليقل بسم الله فى أوله وآخر             
"Bila salah seorang diantara kalian makan maka hendaknya ia mengucapkan bismillah, bila ia lupa diawalnya, maka hendaknya ia membaca bismillah fi awwalihi wa akhirihi." (HR. At Tirmidzi no. 1781, dan dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani).

5- ketika hendak menyembeli.

Disyari'atkan pula dalam penyembelihan hewan dengan membaca basmalah. Bahkanhukumnya bukan sekedar mustahab (anjuran) saja tetapi wajib. Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:
فاليذبح على اسم الله                                                                     
Hendaknya menyembelih dengan nama Allah.

            Maka sebelum menyembelih hewan hendaknya membaca:
باسم الله الله أكبر                                                               
      Begitu pula hal hal yang lain maka dianjurka membaca basmalah. Semonga kajian yang ringkas ini dapat menambah iman dan ilmu kita serta lebih menguatkan keterkaitan diri kita kepada Allah SWT.


Penulis:
Erwing Nade KKS

الوطنية في شعر أمير الشعراء

هو أحمد شوقي بن علي بن أحمد شوقي، المعروف بأمير الشعراء وأشهرهم في  العصر الحديث، ولد أحمد شوقي في 16 أكتوبر سنة 1870،  حيث كانت مصر إبان تلك الفترة في حكم إسماعيل تسعى  إلى يقظة شاملة، غير أن الدكتور محمد صبري يرى أنه من مواليد عام 1869 مستندا في ذلك إلى كتيب أصدره عبد الوهاب أبو العز، سكرتير شوقي الخاص.
      
       مضى أكثر الشعراء في القرن التاسع إلى ثلثَيْه  على خطا سابقهم من شعراء العصر المملوك والعثماني ، يصوغون الشعر في موضوعات ضيفه المجال من مدح وعتاب وغزل يعبرون عنها بأساليب ركيكة سقيمة ،مثقلة بالبديع المتكلف.
      
       وهم جميعا كلفون بالمدح على إكثار إقلال ، منهم السيد إسماعيل ( 1815 م ) ، والشيخ حسن العطار ( 1872 م ) ، والسيد علي الدرويش ، والسيد صالح مجدي ( 1872 م) ، والساعاتي ( 1880 م ) ، والسيد علي أبو النصر ( 1880 م ) ، وعبد الله فكري ( 1889 م ) وعلب الليثي ( 1899م ) ، 147-148، ثم جاء الباردي ، وصبري ، وشوقي ظن وحافظ وأحمد محرم ، وغيرهم.
وقال في حبه لمصر:
وطني لو شغلت بالخلد عنه

نازعتني إليه في الخلد نفسي

       كان شوقي شاعرا مصريا وطنيا لا شك في حبه لمصر ، واعتزازه بالنسبة إليها ، ولا شك في أن شعره كان يجلجل في إحداثها حسرات على قوتها المسلوبة واستقلالها المضيع ودعوات إلى انعاضها وتحريرها وفرحات بها تحقق من تقديم وعلاء .
       في قصائده يسطع نور الوطنية ويتأجج لهيبها ، وهو أغزر الشعراء مادة وأوسعهم إنتاجا في هذه الناحية ، ولقد ظل يستلهم روح الوطنية طول حياته شابا وكهلا وشيخا ، بل إن نثره الوطني في شيخوخته أقوى منه في شبابه.الشعراء الوطنية.
       وكان يحب مصر حبا يسرى في دمه ، ويستعذب الشقاء في هذا الحب وإن تخايل له النعيم في الغدر ، ويعتقد أن قلمه أمضى في نصرة الوطن وسحق أعدائه من السيف ، يقول في سنة 1904

أحبك مصرُ من أعماق قلبي

وحبك في صميم القلب نام
سيجمعني بك التاريخ يوما

إذا ظهر الكرم على اللئام
لأجلك رحتُ بالدنيا شقيا 

أصدّ الوجه والدنيا أمامي
وأنظر جنة جمعتْ ذئابا

فيصرفني الإباء عن الزحام
وهَيتُكِ غير هيلبٍ يراعا

أشدّ على العدو من الحسامٍ

       وإنه ليقرن حبه لمصر بحبه لأمه ، فهو بالأندلس سنة 1918 يعلل نفسه بالعودة إلى وطنه ولقاء آله بعد إعلان الهدنة ، لكنه ما كاد يهدهد نفسه بهذا الأمل حتى بلغه نعى أمه ، فرثاها بقصيدة حارة لاعجة ، وجاء في  رثائه أنه نزل بالأندلس جنة الدنيا فما أحسّ بجماله ، لأن قلبه معنَّى بأمه ، ومتيم بوطنه ، ومقسم بينهما في الهوى ،
فقال :
نزلتُ ربا الدنيا وجنات عدْنها

فما وجدتْ نفسي لأنهارها طعما
فما برحتْ من خاطري مصر ساعة

ولا أنت في ذي الدار زايلت لي وهما
إذا جنني الليل اهتززت إليكما

فجُنْحَا إلى سُعدَى إلى سُلمى




Ilmu dan perbuatan
Allah swt. berfirman dalam Surat al-‘alaq (اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ) yang artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan). Ayat tersebut merupakan ayat pertama yang diturunkan Allah swt. kepada Nabi Muhammad saw. dan di dalam ayat tersebut mengandung banyak kandungan, salah satunya merupakan indikasi pentingnya ilmu pengetahuan dan pembelajaran. Sehingga setiap manusia harus berusaha untuk belajar dan mencari ilmu. Kewajiban dalam mencari ilmu bukan hanya untuk kalangan remaja atau orangtua, bahkan anak-anak sudah dikenai kewajiban untuk menuntut ilmu. Seperti kata mutiara arab, “tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat”.

Pada zaman yang semakin maju dan pesat perkembangannya, jangan biarkan diri hidup dengan kebodohan karena Allah swt. menciptakan akal tidak untuk disia-siakan melainkan sebagai pembelajaran dan pembenaran atas kebatilan-kebatilan yang terdapat di dunia. Dan dalam pencarian sebuah ilmu, makanan merupakan kebutuhan perut yang tiada habis-habisnya maka membaca adalah makanan untuk ruhani dan pikiran.

Imam Syafi’I pernah berkata dalam syairnya perihal baik dan buruk dalam berilmu, “berapa banyak orang di dunia ini yang ditinggikan derajatnya oleh ilmu tetapi banyak pula orang yang direndahkan karenanya”. Maka, sebaik-baiknya ilmu adalah diamalkan untuk menciptakan keselarang diantara ilmu dan tingkah laku.

Sebagai pelajar kita diberi kesempatan untuk belajar menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya, menjauhkan diri dari kebodohan, karena ketidaktahuan adalah kegelapan sedangkan pengetahuan adalah pelita. Dan dengan ilmu kita dapat melakukan hal-hal baik sesuai dengan ajaran Rasulullah saw.

Dalam ayat suci Al-Quran termaktub mengenai hal keutamaan ilmu. Akan tetapi, ilmu tidak akan bermanfaat jika tidak diamalkan. Maka, sebagai pelajar kita dituntut untuk mengaplikasikan semua ilmu yang telah didapatkan.

Perbuatan merupakan wadah untuk menerapkan ilmu dan pengetahuan yang telah dipelajari dan juga merupakan hasil alami dari pemahaman atas ilmu tersebut. Dan tidak dapat dibayangkan jika seseorang melakukan amal tetapi tidak mengetahui ilmunya. Maka, para ulama memberikan sedikit kata mengenai pentingnya mempunyai ilmu dan mengamalkannya.

Pertama, ilmu adalah pelita kehidupan. Maka, memperoleh pengetahuan seperti mendapatkan pelita sebagai penerang jalan atau sebagai pengembang pemikiran dalam kehidupan yang merupakan kunci memasuki semua aspek dan akses kehidupan.

Kedua, Imam Bukhari berkata, “al-‘ilmu qabla qouli wa al-‘amal”. Yang artinya, “Ilmu adalah tata cara sebelum berkata dan beramal”. Perkataan ini merupakan kesimpulan yang beliau ambil dari firman Allah swt, “Maka ilmuilah (ketahuilah)! Bahwasanya tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah swt. dan mohonlah ampunan bagi dosamu” (QS. Muhammad: 19). Dari ayat yang mulia ini, Allah swt.memulai dengan ilmu sebelum seseorang mengucapkan syahadat. Syahadat adalah perkara pertama yang dilakukanmanusia ketika menjadi seorang muslim. Akan tetapi, Allah swt. mendahuluinya dengan ilmu sebelum mengucapkan syahadat. Maka, ada baiknya semua perkara didahului dengan ilmu dan setelah itu diamalkannya.

Ketiga, seseorang yang berilmu merupakan cahaya yang menjadi petunjuk manusia baik dalam urusan agama maupun dunia. Dan Allah swt. akan mengambil ilmu tersebut dengan diwafatkannya para ulama. Seperti sabda Rasulullah saw. “Sesungguhnya Allah swt. tidak akan mengangkat ilmu secara langsung dari hati hamba-hambanya. Akan tetapi, Allah swt. akan mengangkat ilmu dengan mewafatkan ulama sehingga tidak ada ulama yang tertinggal. Maka, manusia akan mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh sebagai ulama. Dan ketika mereka ditanya maka dijawablah tanpa ilmu sehingga ia sesat dan menyesatkan”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Keempat, seseorang yang berilmu dan mengamalkannya adalah mereka yang akan mendapatkan seluruh kebaikan.
Setelah memahami pentingnya ilmu dan mengamalkannya, mari bersama-sama berbuat suatu amalan dengan ilmu, karena amalan atau perbuatan yang dibangun tanpa dasar ilmu akan mendatangkan kerusakan bukan kebaikan. Seperti perkataan ‘umar bin ‘abdul ‘aziz, “من عبد الله بغير علم كان ما يفسد أكثر مما يصلح”. Yang artinya, “Barangsiapa yang beribadah kepada Allah swt. tanpa ilmu maka dia akan membuat banyak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan”.

Dan setelah mendapatkan ilmu, baiknya mengamalkannya karena ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah begitupun sebaliknya amal tanpa ilmu seperti orang buta yag berjalan. Wallahu a’lam bisshawab.

Image result for hukum mencuri
قال تعال : "والسارق والسارقة ايديهما جزاء بما كسب نكالا من الله والله عزيز حكيم
"فمن تاب من بعد ظلمه واصلح فان الله يتوب عليه ان الله غفور رحيم

Artinya: “Pencuri lelaki dan Pencuri perempuan, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Maka, barangsiapa bertaubat sesudah melakukan penganiayaannya itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha Penyayang". (Q.S.Al-Ma’idah: 38-39)

Arti kata dari penggalan ayat tersebut: Pertama, السارق: Dalam pengertian bahasa, merupakan mengambil harta yang bukan miliknya secara diam-diam. Dan secara istilah, para ahli fikih menjelaskan kata tersebut adalah mengambil barang berharga milik orang lain secara sembunyi-sembunyi. Sedangkan, barang tersebut disimpan dengan wajar oleh sang pemilik. Kedua, فاقطعوا ايديهما: Potonglah kedua tangannya dalam arti majazi. Ketiga, نكالا من الله: Balasan dari Allah swt. atas apa yang mereka kerjakan.

Sanksi atau Hukuman Bagi Pencuri:

Pertama, Memotong tangan pencuri. Dalam hal ini sebagian ulama berbeda pendapat. Menurut Imam Thobari, pemotongan tangan boleh dilakukan ketika barang curian sudah mencapai 3 dirham ke atas, berdasarkan pendapat dari Imam Malik bin Anas. Sedangkan menurut Imam Abu Hanifah 10 dirham ke atas.

Kedua, Syarat-syarat diperbolehkannya memotong tangan bagi pencuri. Menurut Imam Fakhrurrazi, ulama fikih mengatakan tidak diwajibkan memotong tangan kecuali telah memenuhi dua syarat: Telah sampai nasab atau takaran, dan barang tersebut dalam penjagaan pemiliknya. Sedangkan, Imam Al-Qurtubi menambahkan syarat tersebut dalam kitabnya. Bahwa, tidak diwajibkan memotong tangan kecuali telah sempurna syarat si-pencuri (sariq) (Syarat pencuri: Baligh dan Berakal sehat), barang yang dicuri (syai’ masruq) (syarat barang: telah sampai nasab dan barang tersebut berharga, miliknya, serta halal). Dan tempat menyimpannya (syarat tempat: dalam penjagaan tuannya).

Ketiga, Batas tangan yang dipotong. Menurut Imam Qurtubi, batas telapak tangan yang dipotong sampai pergelangan. Tangan kanan untuk yang pertama kali. Kaki kirinya jika dia mencuri lagi untuk yang kedua kalinya. Dan jika dia mencuri ketiga kalinya tangan kirinya dipotong. Jika masih mencuri juga untuk yang keempat kali kaki kanannya dipotong. Dan kalau dia masih mencuri setelah itu, maka baru akan dipenjara sampai ia bertaubat.

Dan bagaimana keadaan barang curian, jika pencuri telah dihukum sesuai hukumannya. Apakah tetap harus mengembalikan barang tersebut ataukah tidak dikenai kewajiban untuk mengembalikannya.
Menurut Imam Abu Hanifah, Abu Yusuf dan Muhammad Atsauri. Apabila pencuri sudah dipontong tangan maka dia tidak wajib mengembalikan barang jika barang tersebut rusak atau terpakai.

Uraian singkat diatas menjelaskan bagaimana hukum dibuat agar tidak ada seorang-pun yang dapat merugikan saudaranya sendiri. Dan juga hukuman tersebut dilakukan agar menimbulkan efek jera bagi pelakunya. Dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Image result for ‫علم البلاغة‬‎


TA`RIF ILMU BALAGOH
:
1. Menurut Lugot/Bahasa:
الفصاحة وهي مأخودة من بلغ أي وصل
Artinya: Fasihat yaitu sesuatu yang diambil dari sampai dan akhirnya sesuatu perkara.
2. Menurut istilah :
مطابق الكلام لمقتضى الحال مع فصاحته
Artinya: “sesuainya kalimat dengan muqtadol hal nya, serta fasohatnya kalimat tersebut.”

FASOHATUL KALIMAH
Kalimah yang bersifat mufrod, baik secara dilalahnya, bentuk kalam itu sendiri, ataupun dilihat dari fasohatnya kalam tersebut. Dan yang dimaksud dengan fasohatul kalimah menurut ulama ahli balagoh, yaitu bersihnya kalimat dari tiga aib, yaitu: tanafur huruf, gorobah, dan mukholful qiyas.

Pertama, Tanafur Huruf. Huruf menurut bahasa terbagi menjadi dua, yaitu huruf mabani dan huruf ma`ani. Huruf mabani adalah huruf hijaiyah yang 28, sedangkan huruf Ma`ani adalah kalimah yang menunjukan makna ketika disambungkan dengan huruf yang lain, yaitu huruf Istifham, huruf jar dan sebagainya. Dan yang dimaksud tanafur huruf disini adalah Tanafur huruf Mabani, yaitu: وصف فى الكلمة يوجب ثقلها على اللسان وعسر النطق منها . artinya: “sifat dalam sebuah kalimat (kata) yang berat dan sukar untuk diucapkan atau tanafur. Contohnya seperti kata هعخع ini sangat sukar untuk diucapkan.

Kedua, Gorobah .Yaitu sebuah kalimat yang jarang dipakai atau diucapkan oleh orang arab. Sehingga ketika mereka mendengar kalimat atau kata tersebut mereka tidak faham. Contohnya: ما لكم تكأكأتم علي كتكأكؤكم على ذي جنة إفرنقعوا عني“kenapa kalian (penduduk arab) berkumpul mengerumuniku, sebagaimana kalian mengerumuni orang gila? Pergilah kalian dariku!). Yang menjadi contoh gorobah disini adalah kalimat تكأكأتم علي كتكأكؤكمkalimat ini merupakan kalimat gorobah (asing) karena kebanyakan orang arab tidak memahami kalimat ini.

Ketiga, Mukholifatul Qiyas. Yaitu sebuah kalimat yang tidak sesuai dengan penggunaan orang arab dan makna yang dimaksud ada yaitu;
1. Yang dimaksud oleh mutakalim (si pembicara) menggunakan kalimat yang tidak dimengerti maknanya sama sekali oleh orang arab, baik secara hakikat makna kalimat tersebut, ataupun secara majaz. Contoh seperti pada kalimat أيّمُ yang artinya sama dengan kalimat الثَّيْبُ
2. Mukholiful qiyas yang keluar dari aturan ilmu sorof, contohnya seperti kalimat أجلل dalam bait syi`ir: الحمد لله العلي الأجلل# الواهب الفضل الوهوب المجزل. Seharusnya lafadz disana itu menurut ketentuan ilmu sorof harus diidgomkan menjadi أجلّ.

FASOHATUL KALAM
Fasohah dalam kalam (kalimat dalam bahasa Indonesia) yaitu bersihnya sebuah kalam tersebut dari aib yang tiga, yaitu: dzo`futta`lif, tanafur kalimat dan ta`qid.

Pertama, Tanafur Kalam. Yaitu keadaan sebuah kalimat yang susah untuk diucapkan disebabkan ada pengulangan kata, meskipun secara dzatiah lafadznya fasihah, tapi karena terjadi pengulangan dan berubah baris sehingga menjadi susah dalam pengucapan. Contoh seperti dalam bait syi`ir: وقبر حرب بمكان قفر # وليس قرب قبر حرب قبر. Semua kalimat yang ada dalam bait ini fasohat, tapi karena tersusun dalam sebuah kalam ber syi`ir menjadikan kalimat tersebut tanafur, karena susah untuk diucapkan.

Kedua, Dzo`fu Ta`lif. Yaitu keadaan penulisan dalam kalimat tidak sesuai dengan kaidah nahwu. Contoh seperti pada syi`ir: جزء ربه عني عدي بن حاتم # جزاء الكلاب العاويات وقد فعل
Dalam contoh tersebut dzomir yang ada pada lafadz ربه kembalinya kepada lafadz عدي yang menjadi terakhir, dan ini tidak boleh dalam pandangan ilmu nahwu. Maka kalam tersebut tidak termasuk kedalam kalam bilagah.

Ketiga, Ta`qid. Yaitu adanya kalam (kalimat) samar dalam penunjukan makna yang dimaksud.

Ta`qid terbagi dua, yaitu ta`qid lafdzi dan ta`qid ma`nawi
1. Ta`qid lafdzi.
Kesamaran yang ada dalam dzohir lafadznya, yang disebabkan taqdim (mengedepankan yang harusnya dibelakang) ataupun takhir (mengakhirkan yang seharusnya didepan) atau fasl (pemisahan).
2. Ta`qid Ma`nawi.

Kesamaran yang disebabkan adanya cacatnya dalam pindahnya ma`na yang pertama kepada ma`na yang kedua menurut jalan bahasa.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.