Latest Post

Adab yang Mulai Dilupakan
oleh: Malik Sagir

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد للله رب العالمين
اللهم صل علي سيدنا محمد وعلي ال سيدنا محمد
قال الله عز وجل في القران الكريم : ان احسنتم احسنتم لأنفسكم و ان أسأتم فلها

Sebagai hamba Allah yang beriman ,meyakini Al quran dan sunnah sebagai pedoman hidup, tentulah kita harus mengamalkan perintah dan larangannya yang tertuang dalam kitab suci dan sunnahnya.
Rosulalloh sholallohu alaihi wassallam telah mewariskan kepada kita ummatnya dua warisan yang sangat bermanfaat di dunia ,terlebih lagi bermanfaat di akhirat
قال رسول الله صل االله عليه وسلم : تركت فيكم امرين لن تضلوا ما تمسكتم بهما : كتا ب الله و سنتي
Artinya : aku tinggalkan kepada kalian dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selamanya selama berpegang teguh dengan keduanya, kitabulloh dan sunnahku.

Di zaman modern yang sekarang ini ,dimana akhlak yang baik menjadi sesuatu yang langka, perbuatan baik menjadi suatu yang aneh di kalangan masyarakat terlebih lagi nilai-nilai agama yang semakin menipis dikalangan ummat islam sendiri.

Sudah seharusnya kita sebagai seorang mukmin, yang meyakini agama islam adalah agama yg benar, agama yang telah datang ,yang dibawa oleh mahluk paling mulia di dunia ini nabi MUHAMMAD SAW untuk bisa menerapkan nilai-nilai agama dalam keseharian kita , terlebih lagi dalam hadis di atas Rosulalloh SAW telah mewariskan kepada kita Al quran dan sunnah sebagai pedoaman dalam menjalani hidup ini, tapi tidak lupa dalam memahami Al quran dan sunnahnya kita harus tetap dibawah bimbingan seorang guru
فا سألوا أهل الذكر ان كنتم لا تعلمون
Artinya : bertanyalah kalian kepada orang-orang yang mempunyai pengetahuan jika kalian tidak mengetahui.

Salah satu firman Allah dalam Al quran yang mungkin bisa kita ambil pelajaran di dalamnya terkait prilaku ( akhlak ) sebagian kaum muslimin, mereka seakan lupa sesuatu yang mereka kerjakan di dunia ini pasti ada balasannya.

قال الله عز وجل في القران الكريم : ان احسنتم احسنتم لأنفسكم و ان أسأتم فلها
Artinya : Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri.

Apabila kita mampu  menyadari bahwa dalam keseharian kita tidak terlepas dari sebab akibat yang terjadi oleh ulah kita sendiri ,baik yang kita kerjakan maka baik pula yang kita dapatkan begitu juga sebaliknya ,maka sudah sewajarnya kita sebagai ummat muslim untuk berprilaku yang baik kepada masyarakat, bukankah islam itu bisa tersebar luas dan bisa diterima dikalangan khalayak karena akhlak yang di perlihatkan oleh para ulama ketika berdakwah
تعلم الأدب قبل أن تتعلم العل
Artinya : Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu.
Kenapa sampai para ulama mendahulukan mempelajari adab? Sebagaimana Yusuf bin Al Husain berkata,
بالأدب تفهم العلم
“Dengan mempelajari adab, maka engkau jadi mudah memahami ilmu.”
Guru penulis, Syaikh Sholeh Al ‘Ushoimi berkata, “Dengan memperhatikan adab maka akan mudah meraih ilmu. Sedikit perhatian pada adab, maka ilmu akan disia-siakan.”
Ibnu Sirin berkata,
كانوا يتعلمون الهديَ كما يتعلمون العل
“Mereka -para ulama- dahulu mempelajari petunjuk (adab) sebagaimana mereka menguasai suatu ilmu.”
Makhlad bin Al Husain berkata pada Ibnul Mubarok,
نحن إلى كثير من الأدب أحوج منا إلى كثير من حديث
“Kami lebih butuh dalam mempelajari adab daripada banyak menguasai hadits.” Ini yang terjadi di zaman beliau, tentu di zaman kita ini adab dan akhlak seharusnya lebih serius dipelajari.
Dari sekian banyak contoh perkataan para ulama mengenai adab ( ahklak  ) kita harus sadar akan pentingnya sebuah adab (akhlak ) yang baik , ketika adab di sandingkan dengan ilmu maka kita terlebih dahulu mendulukan adab .
Adab yang baik atau prilaku yang baik tidak hanya dalam menuntut ilmu saja ,tapi dalam kehidupan sehari-hari dalam pergaulan kita kepada masyarakat, bagaimana yang muda menghormati yang tua  yang kaya menghormati yang miskin begitu juga sebaliknya.
Karena itu janganlah kita malu dalam menerapkan nilai-nilai agama dalam keseharian kita, janganlah kita mudah terbawa oleh sesuatu yang tidak ada manfaatnya terlebih lagi sesuatu yang dapat menjauhkan kita kepada sesuatu yang baik.

Shalawat Bidah(?)
oleh; Mahfud Washim

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا (الأحزاب: 56)
’’Sesungguhnya Allah Swt., dan malaikat-malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi Muhammad Saw., Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi Muhammad Saw., dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”­(al-Ahzab : 56)

Bagi penulis dalil di atas merupakan dalil utama mengenai anjuran bershalawat. Walaupun masih banyak dalil dari al-Quran dan Hadis, penulis mencoba mengkerucut serta mencoba menelisik satu dalil di atas. Bukan bermaksud mengeyampingkan dalil yang lainnya. Namun bagi penulis dalil di atas sudah lebih dari cukup untuk membuktikan shalawat itu bukanlah bid’ah sayyi’ah.
Walaupun sebenarnya fenomena membidahkan shalawat sudah menurun intensitas derasnya. Tetapi tetap saja ada sebagian kecil orang yang anti shalawat terutama mengenai shalawat nariyah. Mereka berdalih shalawat nariyah tidak dianjurkan dan tidak ada dalil dari al-Quran dan Hadis.

Langsung saja, sebelumnya kita harus tahu arti shalawat itu sendiri. Kalau kita melirik ayat di atas, ada tiga makna shalawat itu sendiri. Terlihat terdapat dua bentuk shalawat dan satu anjuran shalawat kepada umat Islam. Pertama, Allah Swt., bershalawat kepada nabi Muhammad Saw., Kedua, para malaikat juga bershalawat kepada nabi-Nya. Terakhir, tentu saja perintah beserta anjuran yang tersingkap dari kalimat صَلُّوا yang dalam kaidah usul fikih kalimat amr dengan menggunakan kata perintah sendiri mengandung maksud perintah langsung dari Allah Swt., kepada hamba-Nya untuk bershalawat.

Dalam tafsir Ibn Katsir, dinukilkan dari hadis Sahih Bukhari juz 8, hal. 392 bahwa arti shalawat Allah Swt., kepada nabi-Nya adalah pujian dari Allah Swt., dihadapan para malaikat. Allah Swt., memperlihatkan kedudukan tinggi kekasih-Nya tak lain adalah nabi Muhammad Saw., Kemudian diikuti para malaikat ikut bershalawat kepada-Nya serta perintah bershalawat kepada seluruh hamba-Nya untuk mengumpulkan seluruh pujian terhadap kekasih Allah Swt.,

Kemudian dari penukilan yang sama arti shalawat dari para malaikat kepada nabi Muhammad Saw., adalah sebuah penghormatan dan doa dari para malaikat kepada Rasulullah Saw., Ini jelas menunjukkan kalau kedudukan Rasulullah Saw., lebih tinggi daripada malaikat. Bahkan seandainya Allah Swt., tidak menciptakan nur Muhammad maka semua jagat seisinya beserta malaikat, jin, iblis, syurga dan neraka tidak akan diciptakan. Sebab itu pula tak heran jika para malaikat memberikan penghormatan dan doa terhadap Rasulullah Saw.,

Adapun maksud dari shalawat hamba-Nya kepada Rasulullah Saw., adalah sebagai bentuk permohonan syafaat atau pertolongan di hari kiamat nanti. Dari kalimat perintah dari ayat di atas jelas, bahwa membaca shalawat sangat dianjurkan kapanpun dan bagaimanapun. Banyak sekali riwayat mengenai anjuran dan tatacara bershalawat. Mulai dari setiap hadis mutawatir ataupun kutubussittah terdapat semua anjuran dan tatacara bershaalwat. Bahkan ketika kita mendengar nama Rasulullah Saw., kita anjurkan untuk langsung bershalawat. Dalam kitab Syaraful Musthafa, Abu Said berkata: dalam suatu kejadian ketika Aisyah menjahit, tiba-tiba hilang jarumnya, sementara lampu juga mati. Lalu datanglah Rasulullah Saw., seketika menjadi terang sehingga jarum yang hilang tadi dengan mudah ditemukan. Aisyah berkata: “alangkah terangnya wajahmu ya Rasulullah Saw.,” Kemudian Nabi bersabda: “Celakalah orang yang tidak bisa melihatku.” Lanjut Aisyah bertanya: “siapakah orang yang tidak bisa melihatmu ya Rasulullah?””Orang Bakhil.” Jawab Rasul. Aisyah kembali bertanya: ‘’siapakah orang bakhil itu?” Nabi menjawab: “ialah orang yang tidak membaca shalawat ketika mendengar namaku disebut.”

Sementara arti bid’ah menurut kbbi adalah perbuatan yang dikerjakan tidak menurut contoh yang sudah ditetapkan, termasuk menambah atau mengurangi ketetapan. Bid’ah sendiri ada dua; bid;ah hasanah (baik) dan bid’ah sayyi’ah(buruk). Agaknya sangat disayangkan jikamasih ada sebagian kelompok yang memasukkan shalawat dalam kategori bid’ah sayyi’ah, sebab dari kalimat amrdalam ayat diatas juga sangat jelas kalau bershalawat bagian dari hal baik-memohon syafaat-. Bukan berarti juga ketika ada seorang yang membuat syi’ir tentang shalawat dan mengumandangkannya lalu disebut bid’ah sayyinah. Banyak sekali karangan-karangan para sahabat, tabi’in, tabi’in tabi’in sampai para ulama yang menulis tentang segala hal yang mendiskripsikan akan kecintaan dan kerinduan mereka terhadap Rasulullah Saw.,

Dalam usul fikih mengenai salah satu bentuk kaidah amrberbunyi: “memerintahkan mengerjakan sesuatu berarti memerintahkan pula segala wasilahnya.” Semisal dalam perintah sholat tentu saja Allah Swt., secara tersirat memerintahkan untuk berwudlu dahulu, ketika tidak wudlu maka tidak sah salatnya. Begitu juga dalam bershalawat. Secara tersurat memang ada beberapa lafal yang digunakan untuk bershalawat. Namun hal ini juga tidak membatasi umat Islam untuk menulis tentang shalawat sebagai perlambang permohonan syafaat. Memang shalawat nariyah itu tidak tersurat dalam al-Quran dan Hadis, tetapi tidak ada juga larangan akan adanya hal tersebut. Kalaupun dilarang, bagaimana nasib ribuan bahkan jutaan karya para sahabat sampai ulama yang mengimplikasikan kecintaannya kepada baginda Rasylullah Saw.,?


Akhirnya, penulis sendiri sudah sangat muak, ketika masih ada orang yang membid’ahkan perkara baik. Seakan mereka punya kuasa untuk menilai kebenaran maupun kesalahan, atau bahkan kuasa untuk memasukkan orang yang bershalawat ke dalam syurga atau neraka. Apakah mereka lupa bahwa dasar dari sebuah keimanan adalah husnuzhan? Entahlah, penulis sendiri mempercayai seandainya kelak di yaumil qiyamah tidak mempunyai apa-apa setelah ditimbang amal, penulis yakin syafaat Rasullah Saw.,-lah yang akan membantu kita kelak. Wallahu a’alm bil al-shawwab.


oleh: Mahfud Ali Baihaqi

العلامة عبدالله بن بيه من منتدى دافوس : يا أصحاب النيات الطيبة في العالم إتحدوا
دعى رئيس منتدى تعزيز السلم في المجتمعات المسلمة العلامة عبدالله بن بيه في كلمته في منتدى دافوس الدولي كل أصحاب النيات الطيبة في العالم الى التوحد لمواجهة موجات الكراهية و الحروب. 

وفي بيان لاعتراف الإسلام بالآخر قال رئيس منتدى تعزيز السلم في المجتمعات المسلمة أن من أسس التسامح لدى الغربيين الاعتراف بالآخر بينما نجد الأساس في القرآن هو التعارف فهم ينالون الاعتراف تلقائياً من كونهم من خلق الله. 

الا ان العلامة عبدالله بن بيه تأسف أن هناك ردة فعل في العالم تبتعد عن القيم التي “ظننا أنها أصبحت قيماً راسخة” حسب قوله.

ومع أن العلامة عبدالله بن بيه أقر أن  “البشرية تتراجع أحياناً وترتكس في قيمها” ، الا أنه أكد على واجب النخب في التذكير بهذه القيم والتأكيد عليها، (ولتكن منكم أمة يدعون إلى الخير). 

وختم العلامة عبدالله كلمته في منتدى دافوس بنداء الى من سماهم ” أصحاب النوايا الطيبة ” ليتحدوا من أجل مستقبل أفضل للناس كلهم.

وكان العلامة عبدالله بن بيه قد شارك في منتدى دافوس عام 2015 حول موضوع حرية التعبير و المسؤولية على خلفية هجمات شارلي ايبدو الفرنسية ،

وفي تعليقه على سؤال حول الأحداث الأخيرة في فرنسا، أجاب الشيخ بأنه “يجب الموازنة بين حرية التعبير والمسؤولية، الحرية يجب أن تكون دائماً مقرونة بالمسؤولية، لا يمكنك أن تسيء للناس وتتوقع ألا يردوا عليك، على أن الرد يجب أن يكون ضمن القانون وبعيداً عن العنف”.

وأضاف ابن بيه “يجب أن يكون هناك توازن من شأنه أن يؤمن المجتمعات المفتوحة وهو توازن دقيق يقوم على الحرية مقابل المسؤولية، والحق مقابل الواجب، والعاطفة مقابل العقل”.

كما وضح العلامة بن بيّه “أننا صرنا نعيش في مجتمع شديد التواصل، نشترك فيه ثقافة واحدة يجب أن تقوم على الاحترام المتبادل”، كما طالب بقوانين تحمي الأديان وتجرم الإساءة للرموز.

ولفت إلى أن “من يسيئون للرموز هم حلفاء من حيث لا يعلمون مع الإرهاب، لأن نتيجة أعمالهم المستفزة قد تولد العنف والحروب وهو ما يبحث عنه دعاة العنف”.

كما حذر في نهاية مداخلته من عودة الحروب الدينية “التي لا تزال في الحقيقة مستمرة وذاق العالم ويلاتها وعرف مراراتها على مدى أجيال متعاقبة”


جدير بالذكر أن المنتدى الاقتصادي العالمي هو تجمع سنوي تحتضنه قرية دافوس السويسريةو يشارك فيه المئات من الزعماء و اصحاب الشركات و صناع القرار من مئة دولة.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.